Serikat Pekerja PT TMMIN dan Laznas ASAR Humanity Pulihkan Meunasah dan Akses Air Bersih di Aceh

Asar Humanity

05 Okt 2026 16:45

Serikat Pekerja PT TMMIN dan Laznas ASAR Humanity Pulihkan Meunasah dan Akses Air Bersih di Aceh

PIDIE JAYA, ACEH — Di balik bangunan meunasah yang kembali berdiri dan digunakan masyarakat, tersimpan cerita tentang bencana, kehilangan, gotong royong, dan kebangkitan.  

Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir 2025 meninggalkan dampak bagi masyarakat, termasuk kerusakan fasilitas yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan keagamaan warga.  

Melihat kondisi tersebut,  Serikat Pekerja PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) bersama ASAR Humanity menjalankan rangkaian aksi sosial di Aceh pada  28–29 September 2026 . Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung proses pemulihan masyarakat melalui pemulihan fasilitas ibadah, penyediaan akses air bersih, hingga pemenuhan kebutuhan dasar.  

Salah satu bagian utama dari rangkaian tersebut adalah  peresmian Meunasah Lhok Nga, Pidie Jaya , yang menjadi fasilitas penting bagi sekitar  700 jiwa masyarakat setempat.  

arf00382jpg-1.jpeg

Dari Kepedulian Pekerja untuk Pemulihan Masyarakat  

Ketua PUK SP LEM SPSI PT TMMIN,  Fajar Sudiar Rahman , menjelaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana merupakan bagian dari semangat gotong royong para pekerja.  

“Ketika bencana datang, aksi kami langsung membantu. Dari serikat pekerja, kami kemudian melanjutkan untuk recovery. Salah satu yang kami bangun adalah meunasah. Ini merupakan satu tempat yang sangat luar biasa, bukan hanya untuk shalat, tetapi juga bagian dari peradaban,” ungkap Fajar.  

Ia berharap meunasah yang telah dipulihkan dapat kembali menjadi ruang utama bagi masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas keagamaan dan sosial.  

“Semoga meunasah ini menjadi tempat nomor satu untuk sosialisasi dan menjadi ruang yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.  

Dukungan Pemerintah untuk Pemulihan Fasilitas Masyarakat  

Upaya pemulihan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Sekretaris Daerah Pidie Jaya,  Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp., MPH , menyampaikan terima kasih kepada Serikat Pekerja TMMIN dan ASAR Humanity atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat. Menurutnya, masyarakat Aceh keberadaan meunasah memiliki makna yang lebih luas dari sekadar fasilitas ibadah.  

Direktur Fundraising ASAR Humanity,  Muhammad Basair , menyampaikan bahwa keberadaan meunasah memiliki makna yang lebih luas bagi masyarakat Aceh.  

“Meunasah bukan hanya tempat ibadah, tetapi di tempat inilah masyarakat berkumpul, belajar, beribadah, dan membangun kebersamaan. Karena itu, ketika meunasah kembali diperbaiki dan dapat digunakan masyarakat, yang kita pulihkan bukan hanya sebuah bangunan, tetapi juga ruang kehidupan masyarakat yang sempat terdampak bencana,” ujar Muhammad Basair.  

Menurutnya, proses pemulihan pascabencana tidak hanya berbicara mengenai pembangunan kembali bangunan yang rusak, tetapi juga mengembalikan ruang-ruang yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.  

 

Tidak Hanya Meunasah, Air Bersih dan Pangan Juga Menjadi Perhatian  

Rangkaian aksi sosial Serikat Pekerja PT TMMIN bersama ASAR Humanity tidak berhenti di Pidie Jaya.  

Di  Lhokseumawe , kolaborasi tersebut turut menghadirkan  sarana air bersih berupa sumur bor yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan sekitar  250 jiwa masyarakat.  

Peresmian simbolis sarana air bersih tersebut dihadiri oleh Kepala Dusun Pasi, Ketua PUK SP LEM SPSI PT TMMIN Fajar Sudiar Rahman, Direktur Fundraising ASAR Humanity Muhammad Basair, serta tokoh adat dan masyarakat setempat.  

Selain pemulihan fasilitas ibadah dan akses air bersih, rangkaian aksi sosial juga mencakup  penyaluran paket sembako bagi 85 jiwa di wilayah penerima manfaat.  

Dalam rangkaian tersebut,  Bank Muamalat Indonesia dan Baitulmaal Muamalat turut mendukung penyaluran paket pangan bagi masyarakat di Pidie Jaya dan Lhokseumawe.  

whatsapp-image-2026-09-30-at-173238.jpeg

Gotong Royong untuk Kebangkitan  

Human Resources PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia,  Ahsanul Khaliqin , menyampaikan bahwa kontribusi yang diberikan merupakan bentuk dukungan kepedulian untuk membantu masyarakat di sekitar wilayah terdampak.  

Ia juga berharap meunasah dan sarana air bersih yang telah dipulihkan dapat terus dimakmurkan dan menjadi sarana bagi berbagai kegiatan kemanusiaan maupun keagamaan.  

Rangkaian program sosial ini menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan waktu dan kebersamaan. Ketika berbagai pihak mengambil bagian sesuai kemampuannya, proses bangkit dapat berjalan bersama.  

Dari sebuah meunasah yang kembali digunakan, sumur yang menghadirkan akses air bersih, hingga paket pangan yang membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, semangat yang dibawa adalah sama:  bergotong royong untuk membantu masyarakat kembali bangkit dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.