BMI dan BMM Dukung Pemulihan Masyarakat Aceh melalui Akses Air Bersih dan Bantuan Pangan

Asar Humanity

05 Okt 2026 16:52

BMI dan BMM Dukung Pemulihan Masyarakat Aceh melalui Akses Air Bersih dan Bantuan Pangan

PIDIE JAYA, ACEH — Pemulihan pascabencana tidak selalu dimulai dari hal besar. Bagi masyarakat, hadirnya air bersih untuk berwudhu, fasilitas yang layak untuk beribadah, hingga kebutuhan pangan sehari-hari merupakan bagian penting untuk kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Berangkat dari semangat tersebut, Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan Baitulmaal Muamalat (BMM) bersama Serikat Pekerja PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan ASAR Humanity menghadirkan dukungan sosial bagi masyarakat di Pidie Jaya dan Lhokseumawe, Aceh, pada 28–29 September 2026.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui groundbreaking pembangunan sumur bor dan sarana wudhu di Rumoh Pengajian Al-Aziziyah, Desa Beurawang, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, serta dukungan paket pangan bagi masyarakat di Pidie Jaya dan Lhokseumawe.

Rangkaian program ini merupakan bagian dari upaya mendukung pemulihan masyarakat Aceh setelah bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir 2025. Program diarahkan pada kebutuhan yang dapat dirasakan secara langsung, mulai dari akses air bersih dan fasilitas penunjang ibadah hingga kebutuhan pangan masyarakat.

 

Menghadirkan Air Bersih untuk Aktivitas Ibadah dan Pengajian

Di Rumoh Pengajian Al-Aziziyah, kebutuhan air bersih menjadi salah satu perhatian masyarakat. Sumber air yang selama ini digunakan belum memadai untuk mendukung berbagai aktivitas pengajian dan ibadah. Sementara itu, fasilitas wudhu masih dibangun secara bertahap melalui swadaya masyarakat.

Melalui pembangunan sumur bor dan sarana wudhu, BMI dan BMM bersama para kolaborator berupaya menghadirkan fasilitas yang lebih layak bagi santri, pengajar, dan masyarakat sekitar.

Bukan hanya menghadirkan akses terhadap air, pembangunan ini diharapkan dapat mendukung aktivitas mengaji dan ibadah masyarakat secara berkelanjutan.

Kepala Region JakEast Bank Muamalat Indonesia, Novi Wardi, menyampaikan bahwa dukungan sosial merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Yang kami hadirkan di sini bukan hanya sebuah fasilitas, tetapi ikhtiar bersama agar masyarakat dapat memperoleh akses air yang lebih layak untuk mendukung aktivitas sehari-hari, terutama kegiatan pengajian dan ibadah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Semoga apa yang kita mulai hari ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya para santri, pengajar, dan warga sekitar Rumoh Pengajian Al-Aziziyah,” tambahnya.

Dari Air Bersih hingga Kebutuhan Pangan

Selain pembangunan sumur bor dan sarana wudhu, dukungan BMI dan BMM juga hadir dalam bentuk paket pangan/sembako bagi masyarakat.

Dukungan pangan disalurkan di Meunasah Lhok Nga, Pidie Jaya, serta bagi masyarakat di Lhokseumawe dalam rangkaian program sarana air bersih.

Bagi BMI dan BMM, pemulihan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kembali fasilitas yang terdampak, tetapi juga memastikan kebutuhan sehari-hari masyarakat tetap mendapat perhatian.

Direktur Fundraising and Strategic Networking Baitulmaal Muamalat, Betsy E. Jiesral, menyampaikan bahwa kontribusi tersebut merupakan bentuk kepedulian yang diupayakan hadir sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Kami ingin dukungan yang diberikan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, selain mendukung fasilitas air dan wudhu, kami juga memberikan dukungan pangan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ungkapnya.

Kolaborasi untuk Pemulihan Aceh

Program di Aceh ini menjadi bagian dari kolaborasi berbagai pihak untuk mendukung masyarakat yang masih menjalani proses pemulihan setelah bencana.

Serikat Pekerja PT TMMIN menjadi salah satu kolaborator dalam rangkaian program sosial tersebut, bersama ASAR Humanity yang mendukung pelaksanaan program di lapangan.

Kolaborasi ini mempertemukan berbagai sumber daya dan kepedulian untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih konkret.

Melalui pembangunan sumur bor dan sarana wudhu, masyarakat di Rumoh Pengajian Al-Aziziyah diharapkan memiliki akses air yang lebih memadai. Sementara dukungan pangan di Pidie Jaya dan Lhokseumawe diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bagi BMI dan BMM, langkah tersebut merupakan bagian dari ikhtiar untuk terus menghadirkan kontribusi sosial yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Semangat gotong royong inilah yang kemudian mempertemukan Bank Muamalat Indonesia, Baitulmaal Muamalat, Serikat Pekerja PT TMMIN, dan ASAR Humanity dalam satu tujuan: mendukung masyarakat Aceh untuk terus bangkit dan melanjutkan kehidupan setelah bencana.