Asar Humanity
23 Sep 2026 16:35
Pendidikan Palestina di Tengah Krisis Gaza: Kondisi Anak dan Sekolah
Pendidikan Palestina menghadapi tantangan besar di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza. Anak-anak yang seharusnya belajar di ruang kelas harus menghadapi keterbatasan akses terhadap sekolah, ruang belajar, perlengkapan pendidikan, hingga lingkungan yang aman untuk menuntut ilmu.
Bagi anak-anak, pendidikan bukan sekadar kegiatan belajar. Sekolah menjadi tempat untuk mengembangkan kemampuan, bertemu teman, berinteraksi dengan guru, dan membangun cita-cita untuk masa depan.
Ketika akses pendidikan terhenti dalam waktu panjang, yang terdampak bukan hanya proses belajar hari ini, tetapi juga kesempatan satu generasi untuk mempersiapkan masa depannya.
Kondisi pendidikan di Gaza mengalami tekanan berat akibat kerusakan infrastruktur pendidikan dan terhentinya kegiatan belajar secara normal.
Banyak sekolah mengalami kerusakan sehingga tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. Kondisi tersebut membuat anak-anak membutuhkan alternatif ruang belajar agar tetap dapat memperoleh pendidikan di tengah situasi yang serba terbatas.
UNICEF melaporkan bahwa sebagian besar bangunan sekolah di Gaza mengalami kerusakan. Pada 2026, ratusan ribu anak masih menghadapi gangguan terhadap akses pendidikan formal dan membutuhkan dukungan untuk kembali belajar.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pemulihan pendidikan Palestina membutuhkan perhatian jangka panjang.
Pendidikan memberikan lebih dari sekadar pengetahuan akademik.
Bagi anak-anak Gaza, kesempatan untuk kembali belajar berarti memiliki ruang untuk menjalani rutinitas, berinteraksi dengan teman sebaya, mendapatkan pendampingan guru, serta mempertahankan harapan terhadap masa depan.
Beberapa alasan mengapa pendidikan penting bagi anak-anak Gaza antara lain:
Pembelajaran yang berkelanjutan membantu anak mengembangkan kemampuan dasar seperti membaca, menulis, berhitung, dan memahami berbagai pengetahuan baru.
Ketika anak terlalu lama tidak mendapatkan pendidikan, terdapat risiko terjadinya kesenjangan pembelajaran.
Sekolah dan ruang belajar dapat menjadi tempat bagi anak untuk kembali menjalani aktivitas yang terstruktur.
Di tengah kondisi krisis, keberadaan ruang belajar sementara dapat membantu anak mendapatkan kembali rutinitas pendidikan.
Setiap anak memiliki cita-cita. Ada yang ingin menjadi dokter, guru, insinyur, ilmuwan, atau profesi lainnya.
Pendidikan menjadi salah satu jalan bagi mereka untuk mengejar cita-cita tersebut.
Karena itu, menjaga akses pendidikan berarti turut menjaga kesempatan anak-anak Palestina untuk membangun masa depan.
Kerusakan infrastruktur pendidikan menjadi salah satu tantangan besar bagi sistem pendidikan di Gaza.
Sekolah yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan belajar tidak semuanya dapat kembali digunakan. Sebagian membutuhkan perbaikan besar, sementara kebutuhan terhadap ruang belajar tetap berjalan.
Situasi tersebut mendorong berbagai lembaga kemanusiaan untuk menghadirkan ruang belajar sementara sebagai salah satu bentuk respons terhadap krisis pendidikan.
Ruang kelas sementara dapat membantu anak-anak tetap memperoleh pembelajaran meskipun fasilitas pendidikan permanen belum sepenuhnya dapat digunakan.
Terhentinya pendidikan dalam waktu panjang dapat memberikan dampak yang luas.
Anak-anak dapat kehilangan kesempatan untuk mengikuti pembelajaran secara rutin, mengalami kesenjangan kemampuan akademik, dan kehilangan ruang interaksi sosial yang biasanya diperoleh melalui sekolah.
Selain itu, anak-anak yang hidup dalam situasi krisis juga membutuhkan dukungan psikososial.
Karena itu, pemulihan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan membangun kembali gedung sekolah. Dibutuhkan pula lingkungan belajar yang mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.
Masyarakat dapat mengambil bagian dalam mendukung pendidikan anak Palestina melalui berbagai bentuk bantuan.
Dukungan dapat diberikan untuk penyediaan ruang belajar, perlengkapan sekolah, buku, alat tulis, maupun kebutuhan pendidikan lainnya.
Bantuan tersebut dapat membantu anak-anak kembali mendapatkan kesempatan belajar dan mempertahankan proses pendidikan mereka.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mendukung pembangunan ruang kelas sementara di Gaza.

Laznas ASAR Humanity melalui program Jaga Generasi Gaza mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak Palestina.
Program ini menargetkan pembangunan 100 ruang kelas sementara di berbagai wilayah Gaza untuk membantu anak-anak mendapatkan kembali ruang belajar.
Selain ruang kelas, dukungan juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak, termasuk sepatu, tas, buku, dan Al-Qur'an.
Bagi anak-anak Gaza, ruang kelas bukan sekadar tempat untuk belajar. Ruang kelas dapat menjadi tempat untuk kembali membaca, menulis, bertemu guru, bermain bersama teman, dan mempertahankan cita-cita.
Pendidikan adalah bagian penting dari masa depan setiap generasi.
Di tengah keterbatasan yang dihadapi anak-anak Palestina, dukungan masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan kembali kesempatan belajar.
Mari bersama ASAR Humanity membangun kembali ruang kelas dan menghidupkan pendidikan Palestina.
Melalui Link : https://donasi.asarhumanity.org/campaign/892/bangun-kembali-harapan-hidupkan-pendidikan-palestina
ASAR Humanity Bersama Sumbangan.com Salurkan Perlengkapan Belajar untuk 30 Santri TPQ Ar-Raudhoh di Lombok Barat
Diposting pada 22 September 2026
Jaga Generasi Gaza, ASAR Humanity Ajak Masyarakat Bangun 100 Ruang Kelas Sementara di Gaza
Diposting pada 18 September 2026
Semangat Merdeka Berbagi, KSATRIA ASAR Humanity Gelar Aksi Kemanusiaan di 17 Daerah
Diposting pada 16 September 2026
ASAR Humanity Hadirkan Dapur Umum, Salurkan Makanan Siap Saji untuk 200 Warga Terdampak Gempa di Maggarai Timur
Diposting pada 08 September 2026