Asar Humanity
03 Sep 2026 17:22
Di Balik Atap yang Bocor, Ada Mimpi 150 Anak di MI Swasta Al-Barkah
Bogor, 03 September 2026 – Bagi anak-anak, sekolah adalah tempat untuk belajar, bermain, bertemu teman, dan membayangkan masa depan. Begitu pula bagi sekitar 150 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Barkah di Kampung Ciawi, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.
Setiap hari, mereka datang ke madrasah untuk mengikuti pelajaran bersama para guru yang mendampingi. Di ruang kelas sederhana itu, mereka belajar membaca, berhitung, mengenal ilmu agama, dan menanamkan akhlak sejak dini.
Namun, ada satu hal yang membuat kegiatan belajar mereka tidak selalu berjalan dengan nyaman: kondisi bangunan sekolah yang mulai memprihatinkan.
Belajar di Tengah Keterbatasan

Empat ruang kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar mengalami kerusakan di beberapa bagian. Atapnya dipenuhi lubang sehingga air hujan dapat masuk ke dalam kelas. Lantai yang masih berupa plesteran juga telah banyak mengelupas dan menghasilkan debu, sementara sejumlah bagian dinding mulai terlepas.
Ketika hujan turun, kekhawatiran pun muncul. Bukan hanya karena ruang kelas menjadi basah, tetapi juga karena keselamatan anak-anak harus menjadi perhatian utama.
Dalam kondisi tertentu, kegiatan belajar mengajar bahkan terpaksa dihentikan dan para siswa dipulangkan lebih awal karena bangunan dikhawatirkan tidak aman.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat anak-anak kehilangan semangat untuk belajar. Mereka tetap datang dan mengikuti kegiatan sekolah dengan fasilitas yang ada.
Bagi mereka, MI Al-Barkah bukan hanya tempat untuk mendapatkan pelajaran. Madrasah ini menjadi bagian dari keseharian dan tempat mereka tumbuh bersama teman-teman.
Sekolah yang Bertahan untuk Anak-Anak
MI Al-Barkah telah berdiri sejak 1967. Selama hampir enam dekade, madrasah ini menjadi bagian dari perjalanan pendidikan masyarakat Kampung Ciawi.
Salah satu hal yang membuat MI Al-Barkah begitu berarti bagi masyarakat adalah komitmennya memberikan pendidikan tanpa biaya. Siswa tidak dikenakan biaya pendidikan maupun biaya pendaftaran.
Hal tersebut menjadi upaya agar anak-anak dari berbagai kondisi ekonomi tetap memiliki kesempatan untuk bersekolah.
Keberlangsungan madrasah pun selama ini dijaga bersama. Ketika ada kebutuhan, pengurus yayasan, guru, dan wali murid berusaha bergotong royong dan melakukan swadaya sesuai kemampuan masing-masing.
Dengan segala keterbatasannya, MI Al-Barkah tetap membuka pintu bagi anak-anak yang ingin belajar.
Menjaga Mimpi dari Penjuru Negeri
Kisah anak-anak MI Al-Barkah menjadi salah satu gambaran bahwa masih ada anak-anak di berbagai wilayah Indonesia yang membutuhkan dukungan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Melalui Program Penjuru Negeri, Laznas ASAR Humanity berkomitmen mendukung pendidikan anak-anak di berbagai wilayah Indonesia, termasuk mereka yang belajar di tengah keterbatasan fasilitas.
Di MI Al-Barkah, dukungan dapat diwujudkan melalui renovasi bangunan, penyediaan sarana dan prasarana sekolah, bantuan pangan, hingga santunan bagi anak yatim.
Sebab, 150 anak di madrasah ini tetap memiliki hak yang sama untuk belajar dengan aman dan nyaman. Mereka tetap datang ke sekolah, belajar bersama guru, dan mengejar cita-cita masing-masing.
Di balik atap yang bocor dan ruang kelas yang sederhana, ada 150 anak yang ingin terus belajar. Melalui semangat Penjuru Negeri, harapan itu layak untuk terus dijaga.
ASAR Humanity Gelar Kampung Kemerdekaan untuk Anak-anak Pascagempa di Ende
Diposting pada 03 September 2026
Keteladanan Nabi Muhammad: Jaga Generasi Gaza melalui Pendidikan
Diposting pada 02 September 2026
ASAR Humanity Perkuat Komitmen “Selamanya Jaga Palestina” di Grand Launching HQ APCQP
Diposting pada 02 September 2026
Dua Pekan Pascagempa, ASAR Humanity Jangkau 10.518 Penerima Manfaat di NTT
Diposting pada 29 Agustus 2026