Toyota dan ASAR Humanity Mulai Renovasi Meunasah Lhok Nga, Dukung Pemulihan Pascabencana di Pidie Jaya

Asar Humanity

29 Jun 2026 11:36

Toyota dan ASAR Humanity Mulai Renovasi Meunasah Lhok Nga, Dukung Pemulihan Pascabencana di Pidie Jaya

Pidie Jaya, Aceh – Upaya pemulihan masyarakat pascabencana banjir dan longsor di Sumatra terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Sebagai bagian dari Recovery Program Banjir & Longsor Sumatra , ASAR Humanity bersama Serikat Pekerja PT Toyota Motor Manufacturing    Indonesia    (SP    PT    TMMIN)    menggelar    kegiatan    peletakan    batu    pertama ( groundbreaking ) Renovasi Meunasah Lhok Nga di Gampong Masjid Tuha, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Kamis (11/6).

Program renovasi ini merupakan bagian dari gerakan kolaboratif “Gotong Royong Negeri: Sumatra    Bangkit    Kembali”,    yang    mengajak    berbagai    elemen    masyarakat    untuk    bersama-sama mendukung proses pemulihan wilayah terdampak bencana melalui    program-program yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan groundbreaking dihadiri oleh perwakilan Serikat Pekerja PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, ASAR Humanity, pemerintah daerah, tokoh masyarakat,    pengurus meunasah, serta warga Gampong Masjid Tuha. Prosesi simbolis dilakukan melalui pengadukan semen dan peletakan adukan semen pada pasangan batu bata sebagai tanda dimulainya proses renovasi.


 

Perwakilan Serikat Pekerja PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Heru Triwantoro, menyampaikan bahwa program ini lahir dari semangat gotong royong para pekerja Toyota  yang    secara    sukarela    menghimpun    donasi    untuk    membantu    masyarakat terdampak.

“Program renovasi Meunasah Lhok Nga merupakan hasil gotong royong para pekerja Toyota dari berbagai wilayah Indonesia yang bersama-sama menghimpun donasi untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Kami berharap renovasi ini dapat memberikan manfaat jangka panjang karena meunasah memiliki peran penting sebagai pusat ibadah, pendidikan, musyawarah, dan kebersamaan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Heru, kepedulian yang dikumpulkan dari banyak orang dapat menjadi kekuatan besar yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa nilai kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah dan menjadi tanggung jawab bersama untuk saling membantu sesuai kemampuan masing-masing.

Dukungan terhadap program ini juga disampaikan oleh Anggota DPRK Pidie Jaya, H. T. Zikri, S.Sos.I. Menurutnya, masyarakat Pidie Jaya masih berada dalam proses pemulihan pascabencana sehingga kolaborasi berbagai pihak menjadi dukungan yang sangat berarti bagi upaya kebangkitan masyarakat.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Pengurus Meunasah Lhok Nga, Marsidi, M.Pd, yang menyampaikan bahwa renovasi meunasah telah lama dinantikan warga karena keberadaannya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat berbagai aktivitas sosial dan kemasyarakatan di Gampong Masjid Tuha.

Sebagai lembaga yang mendampingi masyarakat sejak masa tanggap darurat, ASAR Humanity memandang bahwa proses pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan bantuan jangka pendek, tetapi juga dukungan berkelanjutan untuk mengembalikan fungsi fasilitas yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.

 

Aryatama Wicaksana, Assistant Manager of Program Strategy and Implementation Department ASAR Humanity, menjelaskan bahwa renovasi Meunasah Lhok Nga merupakan hasil dari proses asesmen dan pendampingan yang dilakukan bersama masyarakat sejak pascabencana.

“Melalui program Gotong Royong Negeri: Sumatra Bangkit Kembali, kami ingin memastikan    proses    pemulihan    tidak    berhenti    pada    bantuan    darurat.    Masyarakat juga membutuhkan fasilitas yang mampu    menguatkan    kembali    kehidupan    sosial dan spiritual mereka. Renovasi Meunasah Lhok Nga merupakan hasil asesmen dan pendampingan yang kami lakukan bersama masyarakat sejak pascabencana,” ujarnya.

Aryatama menambahkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan hari ini merupakan langkah awal dimulainya proses pembangunan kembali Meunasah Lhok Nga.

“InsyaAllah pembangunan akan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan ke depan dan ditargetkan selesai pada September 2026. Kami    berharap    meunasah ini dapat kembali menjadi pusat ibadah, pembelajaran, musyawarah, dan aktivitas sosial masyarakat Gampong Masjid Tuha,” tambahnya.

Renovasi Meunasah Lhok Nga merupakan salah satu bentuk pemulihan berbasis    kebutuhan masyarakat    yang    lahir    dari    proses    komunikasi,    asesmen,    dan    pendampingan    yang    dilakukan sejak banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara pada Desember 2025.

Melalui kolaborasi antara masyarakat, dunia industri, organisasi kemanusiaan, dan pemerintah daerah, program ini diharapkan    tidak    hanya    menghadirkan    bangunan    yang    lebih layak, tetapi juga memperkuat optimisme, kebersamaan, serta semangat masyarakat untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik.

Semangat gotong royong yang menjadi fondasi program ini diharapkan terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk mengambil bagian dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.