Gempa Dahsyat M8,8 Getarkan Kamchatka Rusia dan Picu Peringatan Tsunami di Indonesia
AsarNews, Moskow - Gempa dahsyat bermagnitudo 8,8 mengguncang Semenanjung Kamchatka, Timur Jauh Rusia, pada Rabu (20/7/2025).
Gempa besar ini memicu peringatan tsunami, mendorong evakuasi, dan menyebabkan beberapa kerusakan.
"Gempa hari ini serius dan terkuat dalam beberapa dekade terakhir," kata Gubernur Kamchatka, Vladimir Solodov, dalam sebuah video yang diunggah di aplikasi perpesanan Telegram seperti dikutip Reuters.
Ia menambahkan bahwa menurut informasi awal tidak ada korban luka, tetapi sebuah taman kanak-kanak rusak.
Survei Geologi Amerika Serikat (AS) menyatakan gempa tersebut dangkal dengan kedalaman 19,3 km (12 mil), dan berpusat sekitar 125 km (80 mil) di timur-tenggara Petropavlovsk-Kamchatsky, sebuah kota berpenduduk 165.000 jiwa di sepanjang pesisir Teluk Avacha. Survei tersebut merevisi magnitudo gempa naik dari 8,0 sebelumnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 8,7 mengguncang pesisir timur Kamchatka, Rusia, pada Rabu (30/7) pagi.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dihubungi di Jakarta, Rabu (30/7), mengatakan bahwa hasil analisis menunjukkan gempa tersebut berpotensi memicu tsunami di sejumlah wilayah Indonesia dengan status waspada atau ketinggian gelombang kurang dari 0,5 meter.
BMKG mengkonfirmasi wilayah yang berstatus waspada antara lain Kepulauan Talaud dengan estimasi waktu tiba gelombang pukul 14.52.24 WITA, Kota Gorontalo (16.39.54 WITA), Halmahera Utara (16.04.24 WIT), Manokwari (16.08.54 WIT), Raja Ampat (16.18.54 WIT), Biak Numfor (16.21.54 WIT), Supiori (16.21.54 WIT), Sorong Bagian Utara (16.24.54 WIT), Jayapura (16.30.24 WIT), dan Sarmi (16.30.24 WIT).
Daryono mengimbau masyarakat di wilayah pesisir yang terdampak agar tetap tenang dan menjauhi pantai sampai ada pernyataan resmi lebih lanjut. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa tersebut di wilayah Indonesia.
Hasil pemutakhiran parameter gempa yang dilakukan BMKG menunjukkan pusat gempa terletak pada koordinat 52,51 derajat Lintang Utara dan 160,26 derajat Bujur Timur pada kedalaman 18 kilometer akibat aktivitas subduksi lempeng di Palung Kurile-Kamchatka (Kurile-Kamchatka Trench) dengan mekanisme patahan naik.
Daryono mengatakan bahwa hingga pukul 08.30 WIB, hasil pemantauan BMKG mendeteksi tujuh aktivitas gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,9 dan terkecil 5,4 di wilayah negara setempat.
Berdasarkan laporan Pacific Tsunami Warning Center (PTWC), gempa tersebut juga berpotensi tsunami di wilayah Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, dan Guam.
BMKG meminta masyarakat memastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi, dan tidak terpancing informasi yang tidak jelas sumbernya.
Ketika Adzan Maghrib Tiba, Tidak Semua Keluarga Punya Meja untuk Berbuka — ASAR Humanity Hadir Membawa Hangatnya Ramadhan
Diposting pada 04 Maret 2026
Pahala Memberi Makan Orang Berbuka: Kebaikan yang Dilipatgandakan di Bulan Ramadhan
Diposting pada 04 Maret 2026
Bagian dari Totalitas Ramadhan, ASAR Humanity Hadirkan Gerai Bahagia Ramadhan untuk 100 Anak di Pengungsian Gaza
Diposting pada 03 Maret 2026
Zakat Fitrah: Pengertian, Besaran per Jiwa, dan Bagaimana Cara Membayarnya?
Diposting pada 03 Maret 2026