Gaza Menjerit Kelaparan! Blokade Bantuan Israel Membuat Malnutrisi Merajalela
AsarNews, Gaza - Ratusan ribu warga Palestina di Jalur Gaza dilaporkan kelaparan selama hampir dua bulan sejak gencatan senjata berakhir, dan kini hanya bisa makan satu kali dalam dua hingga tiga hari akibat blokade ketat yang diberlakukan oleh Israel. Hal tersebut diungkapkan Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada Selasa (6/5/2025).
“Lebih dari 66.000 anak di Gaza mengalami malanutrisi akut,” ungkap Juru Bicara UNRWA, Adnan Abu Hasna, dalam wawancara dengan Al-Ghad TV.
Sejak 2 Maret 2025, Israel menutup seluruh jalur penyeberangan ke Gaza, menghentikan aliran makanan, obat-obatan, dan bantuan kemanusiaan lainnya. Langkah ini memperparah krisis kemanusiaan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Menurut data Kantor Media Pemerintah Gaza, setidaknya 57 warga Gaza meninggal dunia akibat kelaparan sejak Oktober 2023.

Bank Dunia menyatakan, hampir 2,4 juta jiwa warga Gaza kini sepenuhnya bergantung pada bantuan kemanusiaan.
Abu Hasna menegaskan bahwa UNRWA menolak terlibat dalam rencana baru Israel terkait distribusi bantuan di Gaza, karena dianggap tidak memenuhi standar kemanusiaan PBB.
Pada Minggu malam, Kabinet Keamanan Israel menyetujui rencana distribusi bantuan melalui kontraktor keamanan swasta, namun rencana ini ditolak oleh PBB dan puluhan organisasi internasional.
“Rencana tersebut tidak layak secara logistik dan berpotensi membahayakan warga sipil Palestina serta petugas kemanusiaan,” tegas UNRWA.
Tim Kemanusiaan PBB di Gaza juga menegaskan bahwa mereka hanya akan mendukung rencana yang menghormati prinsip netralitas, independensi, dan ketidakberpihakan.
Setidaknya 57 warga Palestina mati kelaparan, yang memicu kemarahan global, namun hal itu gagal meyakinkan Israel untuk mengizinkan masuknya bantuan ke wilayah kantong berpenduduk 2,3 juta orang itu.

Menurut lembaga bantuan, kekurangan makanan dan pasokan telah mendorong wilayah tersebut menuju kelaparan. Persediaan untuk mengobati dan mencegah kekurangan gizi menipis dan cepat habis karena kasus kekurangan gizi yang terdokumentasi meningkat.
Harga makanan yang masih tersedia di pasaran tidak terjangkau bagi sebagian besar penduduk Gaza, di mana PBB mengatakan lebih dari 80 persen penduduk bergantung pada bantuan.
Israel, di sisi lain, bersikeras beralasan bahwa blokade diperlukan untuk menekan Hamas agar membebaskan tawanan yang masih ditahannya. Dari 59 tawanan yang masih berada di Gaza, 24 orang diyakini masih hidup.
Genosida Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 52.495 warga Palestina dan melukai 118.366 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. GMO memperbarui jumlah korban tewas menjadi lebih dari 61.700, dengan mengatakan ribuan orang yang hilang di bawah reruntuhan diduga tewas.
Di Tengah Pembatasan Al-Quds, 1.000 Warga Sekitar Al-Aqsa Terima Iftar Ramadhan
Diposting pada 13 Maret 2026
5 Amalan Ramadhan Berpahala Besar, dari Tilawah Al-Qur’an hingga Berbagi Buka Puasa
Diposting pada 11 Maret 2026
THR Sudah Cair? Ini Cara Agar Uangnya Cukup Sampai Lebaran dan Jadi Ladang Pahala
Diposting pada 10 Maret 2026
7 Keutamaan dan Pahala I’tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Diposting pada 09 Maret 2026