Zakat Menjadi Penyeimbang Dalam Kehidupan Sosial

Asar Humanity

28 Okt 2024 14:10

Share

Zakat Menjadi Penyeimbang Dalam Kehidupan Sosial

ASARFeature, Depok - Umat muslim di seluruh dunia diajarkan untuk menunaikan Zakat, hal ini diperintahkan langsung oleh Allah Subhanahu wata’ala yang disebutkan dalam beberapa surat di dalam Al-Quran.

Seperti dalam Surat Al-Baqarah ayat 43 "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.", surat Al-A’la ayat 14-15 “Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan membayar zakat fitrah), (15) dan dia ingat nama Tuhannya (dengan mengumandangkan takbir), lalu dia melaksanakan sholat (Idul Fitri).", Surat Maryam ayat 55 “Dan ia menyuruh ahlinya untuk bersembahyang dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya." dan surat lainnya.

Zakat tidak serta merta diperintahkan tanpa tujuan yang jelas, beberapa manfaat zakat yakni untuk mensucikan harta dari segala keburukan yang ada pada harta kita, mengundang pahala berlipat, membuka pintu rezeki, membersihkan hati dari sifat kikir dan mempersempit kesenjangan ekonomi antara orang miskin dan kaya, karena melalui zakat manfaat dari sebuah materi akan tersebar merata untuk golongan yang benar-benar membutuhkan.

Melalui zakat juga kekayaan tidak hanya berputar di kalangan tertentu tetapi juga menyentuh lapisan masyarakat yang kurang mampu. Orang-orang yang berhak menerima zakat sudah ditentukan oleh ajaran agama yang terdiri dari 8 golongan yang benar-benar membutuhkan dan mereka mendapatkan bantuan finansial untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Dengan cara ini, zakat berfungsi sebagai jaring pengaman sosial yang membantu kelompok rentan agar bisa menjalani kehidupan dengan lebih layak.

Zakat juga berperan dalam menciptakan hubungan yang harmonis pada Sang Maha Pencipta dan sesama masyarakat (habluminallah habluminannas). Ketika seseorang memberikan zakat, mereka menunjukkan ketakwaan dan kepedulian terhadap sesama, sehingga hubungan antar anggota masyarakat menjadi lebih erat. Hal ini membantu mengurangi perasaan iri dan kebencian yang bisa muncul akibat perbedaan ekonomi, serta menciptakan lingkungan yang lebih harmonis. Zakat mengajarkan empati dan kepedulian, yang pada akhirnya memperkuat ikatan sosial dalam komunitas.

Di samping itu, zakat berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Zakat yang diambil dari harta kita sebanyak 2,5%, bisa digunakan untuk mendukung program pendidikan, pangan, kesehatan atau modal usaha bagi yang membutuhkan, sehingga mereka yang membutuhkan bisa keluar dari lingkaran kemiskinan dan memenuhi kebutuhan dasar. Dengan begitu, zakat bukan hanya menjadi bantuan jangka pendek tetapi juga menjadi investasi jangka panjang yang membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.