Kesulitan Air Bersih, Masyarakat di Sekotong Harapkan Adanya Bantuan
ASARNews, Sekotong – Tim relawan Ksatria dari Asar Humanity Kota Mataram melakukan asesmen di salah satu desa Sekotong wilayah kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Desa tersebut alami kesulitan air bersih yang membuat masyarakat kesulitan jalanin kegiatan sehari-hari. Sejumlah warga mengeluhkan kurangnya akses terhadap air bersih yang semakin parah, terutama di musim kemarau, Sabtu(12/10).
Desa Sekotong berada di ujung Barat pulau Lombok,memiliki kondisi geografis dengan sebagian besar wilayahnya berada di dataran tinggi, sementara dataran rendah langsung berbatasan dengan pantai atau laut. Warga di dataran tinggi alami kesulitan untuk mendapatkan air melalui pengeboran sumur karena wilayah tersebut mayoritas bebatuan. Sementara itu, di daerah pinggir pantai, air bersih sulit didapatkan karena hasil sumur cenderung payau akibat bercampur dengan air laut.
Kondisi semakin sulit saat musim kemarau tiba, dimana air sumur warga yang berada di kaki gunung mengering. Banyak warga terpaksa membeli air bersih, sementara taraf hidup masyarakat di sana rata-rata tergolong rendah.
"Warga di sini sangat kesulitan dengan air bersih. Banyak sumur yang sudah kering dan tidak bisa dihisap oleh mesin," keluh Pak Azmi, Kepala Dusun Medang di Desa Sekotong Barat. Beliau juga berharap agar lebih banyak orang baik yang bersedia mengirimkan bantuan air bersih yang bisa didistribusikan melalui water truck, lebih baik lagi jika ada upaya pembuatan sumur dalam di wilayah tersebut.
Kekurangan air bersih di Sekotong menjadi masalah yang berat bagi kehidupan masyarakat di sana, mereka kesulitan untuk merawat kebun, ternak dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Raih Lipatan Berkah dengan Sedekah di Bulan Haram
Diposting pada 21 April 2026
Bersyukur Berqurban: Makna, Dalil, dan Hikmah Qurban dalam Islam
Diposting pada 21 April 2026
ASAR Humanity Dorong Kemandirian Pesantren melalui Program Agroekonomi di Bogor
Diposting pada 21 April 2026
Qurban untuk Afrika: Membawa Harapan di Tengah Krisis Pangan
Diposting pada 17 April 2026