Asar Humanity
15 Feb 2024 14:54
WHO: Peringatkan Soal Serangan Israel ke Rafah Akan Jadi Bencana Genosida Tak Terduga
AsarNews, Jenewa - Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) pada Rabu memperingatkan bahwa serangan militer Israel terhadap Rafah di Gaza selatan akan menyebabkan "bencana yang tak terduga" dan mendorong sistem kesehatan di wilayah kantong itu semakin dekat ke jurang kehancuran.
“Aktivitas militer di wilayah ini, wilayah yang padat penduduknya, tentu saja akan menjadi bencana yang tak terduga... dan bahkan akan memperluas bencana kemanusiaan yang melampaui imajinasi,” kata Richard Peeperkorn, perwakilan WHO untuk Gaza dan Tepi Barat.
Lebih dari satu juta warga Palestina berdesakan di Rafah di ujung selatan Jalur Gaza, di perbatasan dengan Mesir, di mana banyak dari mereka tinggal di tenda-tenda dan tempat penampungan sementara setelah melarikan diri dari pemboman Israel di tempat lain di Gaza.
Militer Israel mengatakan pihaknya ingin mengusir militan Islam dari tempat persembunyiannya di Rafah dan membebaskan sandera yang ditahan di sana setelah Hamas mengamuk di Israel pada 7 Oktober, namun belum memberikan rincian mengenai usulan rencana untuk mengevakuasi warga sipil.

PBB mengatakan bahwa serangan Israel di sana dapat “menyebabkan pembantaian berlanjut.”
"Hal ini juga akan menambah beban pada sistem kesehatan yang terbebani... dan meningkatkan beban trauma serta akan mendorong sistem kesehatan semakin dekat ke jurang kehancuran," kata Peeperkorn.
Peeperkorn mengatakan kemampuan WHO untuk mendistribusikan bantuan medis ke Gaza terbatas karena banyak permintaan pengiriman bantuan yang ditolak.
Dia mengatakan bahwa hanya 40% dari misi WHO ke Gaza utara yang telah disahkan sejak bulan November, dan angka ini telah menurun secara signifikan sejak bulan Januari.
“Semua misi ini telah ditolak, dihalangi, atau ditunda,” katanya, seraya menambahkan bahwa “tidak masuk akal” bahwa hanya 45% dari permintaan misi WHO untuk Gaza selatan telah dikabulkan. Israel sebelumnya membantah menghalangi masuknya bantuan.
“Bahkan ketika tidak ada gencatan senjata, koridor kemanusiaan harus ada sehingga WHO dan PBB dapat melakukan tugasnya,” kata Peeperkorn.
Hari Kemerdekaan Indonesia: Makna 17 Agustus dan Cara Mengisi Kemerdekaan dengan Aksi Nyata
Diposting pada 05 Agustus 2026
Ahsan Tetap Sekolah Meski Tak Punya Seragam, Mari Wujudkan Mimpi Anak Penjuru Negeri
Diposting pada 31 Juli 2026
ASAR Humanity Hadir dalam Padel for Humanity Bersama ZIS Indosat, Hadirkan Harapan bagi Santri di Pelosok Negeri
Diposting pada 28 Juli 2026
ASAR Humanity dan Kitabisa Salurkan Bantuan Pangan untuk Dua Lansia Prasejahtera di Muara Gembong
Diposting pada 21 Juli 2026