Living in an Oven: Heatwave Hits Refugee Camps in Idlib, Syria
AsarNews, Idlib - Kurangnya alat pendinginan di tengah kondisi perumahan yang buruk telah membuat banyak orang rentan terhadap penyakit berbasis gelombang panas di Suriah utara.
Cuaca terik menyengat yang mempengaruhi para pengungsi yang tinggal di kamp-kamp di Suriah barat laut diperkirakan akan meningkat dalam beberapa hari mendatang, semakin memperburuk penderitaan mereka yang tinggal di tenda, yang tidak memiliki mekanisme pendinginan dan terbuat dari kain nilon yang meningkatkan panas yang dipantulkan.
Di bawah terik matahari, Hamida Dandoush memercikkan air ke tendanya untuk mendinginkannya, berharap dapat meredakan suhu tinggi untuk dirinya dan keluarganya.

Wanita berusia 62 tahun dari kota Maardabsah itu tinggal di kamp Sahara dekat perbatasan Suriah-Turki, di mana sekitar 80 keluarga terlantar mengalami kondisi kehidupan yang keras di tengah gelombang panas yang hebat yang melanda wilayah tersebut.
Beginilah potret keseharian anak-anak di kamp pengungsi Sahara, Idlib, Suriah, yang hidup terkungkung dalam sengatan terik matahari. Beberapa kasus kebakaran yang melanda hutan hingga kamp pengungsi, juga sedang masif terjadi di Suriah.
Sudah terpuruk akibat krisis kemanusiaan, negara Suriah kini harus mengalami kekeringan dan tingginya suhu di sana. Imbasnya, sebanyak lebih dari 811 kamp di Suriah barat laut menderita kekurangan air yang diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari.
Sementara penyebab kekurangan air di kamp-kamp pengungsi adalah karena meningkatnya konsumsi air saat menyengatnya suhu, dan berkurangnya pasokan air dari lembaga kemanusiaan.

Pertahanan Sipil Suriah, juga dikenal sebagai Helm Putih, telah memperingatkan orang-orang untuk tidak terpapar sinar matahari dalam waktu lama pada beberapa hari mendatang, karena suhu naik di atas 42 derajat Celcius (108 derajat Fahrenheit).
Mereka juga menyarankan agar meningkatkan asupan air dan cairan untuk menghindari dehidrasi serta memperingatkan agar tidak menempatkan tabung gas di bawah sinar matahari untuk mencegah kebakaran.
7 Keutamaan dan Pahala I’tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Diposting pada 09 March 2026
Lebih dari 3.000 Ibu Tunggal di Gaza Kini Bertahan Sendiri untuk Keluarganya
Diposting pada 07 March 2026
ASAR Humanity Gelar Ifthar Akbar Serentak di Gaza, Aceh Tamiang, dan Yogyakarta untuk Ribuan Penerima Manfaat
Diposting pada 06 March 2026
Ketika Adzan Maghrib Tiba, Tidak Semua Keluarga Punya Meja untuk Berbuka — ASAR Humanity Hadir Membawa Hangatnya Ramadhan
Diposting pada 04 March 2026