Kapal Global Sumud Flotilla Dicegat Israel, 11 Armada Hilang Kontak di Laut Mediterania
Depok, 30 April 2026 – Misi kemanusiaan internasional menuju Gaza kembali menghadapi ancaman serius. Sebanyak 11 kapal dari total 56 armada Global Sumud Flotilla (GSF) dilaporkan hilang kontak setelah diduga dicegat oleh militer Israel di perairan internasional Laut Mediterania, Rabu (29/4) malam waktu setempat.
Melansir laporan Republika, insiden ini terjadi saat armada kemanusiaan yang membawa bantuan untuk warga Gaza tengah berlayar di dekat wilayah Yunani. Sebelum hilang kontak, sejumlah aktivis melaporkan adanya pendekatan dari kapal yang mengidentifikasi diri sebagai bagian dari Angkatan Laut Israel.
Koordinator Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Maimon Herawati, menyampaikan bahwa kapal yang mendekat tersebut mengancam peserta flotilla dan memerintahkan mereka untuk berbalik arah. Dalam komunikasi radio yang beredar, pihak pencegat juga memperingatkan akan mengambil tindakan jika armada melanjutkan perjalanan menuju Gaza.
“Sebagian kapal kami mengalami gangguan komunikasi. Kami menduga adanya upaya pengacakan sinyal yang menyebabkan 11 kapal tidak dapat terdeteksi hingga saat ini,” ujar Maimon dalam keterangannya.
Laporan juga menyebutkan bahwa aktivis di salah satu kapal, termasuk kapal milik organisasi lingkungan Greenpeace, mengalami intimidasi dengan todongan senjata saat berada di laut lepas. Hingga kini, sekitar 110 relawan yang berada di kapal-kapal tersebut belum dapat dipastikan kondisinya.
Sejumlah kapal yang diduga terdampak di antaranya Kapal Arkham, Romantica, Saf Saf (mothership), Bianca, Bella Blu, hingga Eros I. Meskipun demikian, para relawan disebut tetap menjaga ketenangan dan berkomitmen pada prinsip gerakan non-kekerasan.
Global Sumud Flotilla merupakan bagian dari gerakan internasional yang melibatkan ratusan kapal dan ribuan relawan dari berbagai negara. Misi ini bertujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan—mulai dari makanan, air bersih, obat-obatan, hingga kebutuhan bayi dan perempuan—ke wilayah Gaza yang masih berada dalam blokade.
Selain jalur laut, gerakan ini juga diperkuat melalui konvoi darat lintas negara di Afrika Utara sebagai bagian dari solidaritas global untuk Palestina.
Perwakilan GSF menyebut tindakan pencegatan ini sebagai pelanggaran hukum internasional, mengingat insiden terjadi di perairan internasional yang berada jauh dari yurisdiksi Israel.
Sementara itu, perwakilan Israel menyatakan bahwa armada tersebut merupakan “provokasi” dan mengklaim tindakan penghentian dilakukan demi keamanan maritim.
Insiden ini memicu seruan dari berbagai pihak agar komunitas internasional segera bertindak. Para aktivis mendesak pemerintah di seluruh dunia untuk memastikan keselamatan ratusan warga sipil yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi terkait kondisi 11 kapal yang hilang kontak.
Kick Off Bersyukur Berqurban di Bogor, Perkuat Komitmen ASAR Humanity Bersamai Pesantren Penjuru Negeri
Diposting pada 29 April 2026
Krisis Kelaparan Ancam 7,8 Juta Warga Sudan Selatan, ASAR Ajak Perkuat Kepedulian Global
Diposting pada 29 April 2026
Dari Pelosok NTT, ASAR Humanity Resmi Mulai Program Qurban 2026
Diposting pada 28 April 2026
Harga Qurban 2026 di ASAR Humanity: Qurban Online Mudah, Aman, dan Terjangkau
Diposting pada 24 April 2026