Gunung Marapi Erupsi, Sempat Terdengar Dentuman Kuat

Asar Humanity

16 Sep 2025 17:11

Share

Gunung Marapi Erupsi, Sempat Terdengar Dentuman Kuat

AsarNews, Tanah Datar - Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada Selasa (16/9/2025) pukul 08.23 WIB. 

Dalam sepekan terakhir, Gunung Marapi hanya sekali erupsi. Melansir informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati mencapai None meter di atas puncak atau None meter di atas permukaan laut. 

Erupsi diawali dengan dentuman kuat yang terasa di Kecamatan Ampek Angkek, Agam hingga Padang Panjang.

Menurut laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dari erupsi ini kolom abu tidak dapat diamati secara visual.

Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 29.5 mm dan durasi sementara ini ±47 detik.

Visual letusan tidak teramati. Erupsi Gunung Marapi masih berlangsung saat laporan ini dibuat. Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Marapi di Level II (Waspada). 

Pengamatan kegempaan pada 16 September 2025 pukul 00.00-23.59 WIB menunjukkan terjadi 2 kali gempa hembusan dengan amplitudo 0,8-1 milimeter dan lama gempa 36-56 detik. 

Kemudian, 5 kali tremor non-harmonik dengan amplitudo 1-1,4 milimeter dan lama gempa 130-222 detik serta 1 kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 1,1 milimeter s-p 2,2 detik dan lama gempa 14 detik. 

PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek) Gunung Marapi. 

Selama tahun 2025, MAGMA Indonesia telah merekam 6.119 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi (2.452 kali letusan) sedangkan Gunung Marapi erupsi 97 kali.

PVMBG, melalui Pos Pengamatan Gunung Marapi, mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting untuk keselamatan masyarakat.

Terutama, warga dan pendaki dilarang keras untuk mendekat atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas, yakni Kawah Verbeek.

Selain itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga mengingatkan adanya ancaman potensi lahar dingin, terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api.

Kondisi tersebut, terutama saat terjadi hujan atau musim hujan. Apabila terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan.