Belasan Anak Gaza Wafat Kelaparan, ASAR Humanity Terus Lanjutkan Kirim Bantuan!

Asar Humanity

23 Jul 2025 10:43

Share

Belasan Anak Gaza Wafat Kelaparan, ASAR Humanity Terus Lanjutkan Kirim Bantuan!

AsarNews, Gaza - Setidaknya 15 warga Palestina — termasuk empat anak-anak — meregang nyawa akibat kelaparan hanya dalam waktu satu hari di Jalur Gaza yang masih diblokade total. 

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa total korban akibat malnutrisi sejak agresi dimulai telah melampaui 150 jiwa. 

Sebuah potret menyedihkan tentang betapa kehidupan manusia dilenyapkan tak hanya oleh peluru, tapi juga oleh perut kosong yang tak bisa diisi.

Selasa (22/7), dunia kembali disuguhi tragedi. Di tengah serangan udara Israel yang terus menggempur wilayah Gaza dan menewaskan 81 jiwa dalam satu hari, krisis kemanusiaan kian tak tertahankan. 

Situasi ini bahkan digambarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai “pertunjukan horor dengan tingkat kematian dan kehancuran yang belum pernah terjadi dalam waktu terakhir.”

Salah satu yang wafat karena kelaparan adalah dari keluarga Yousef al-Safadi — bayi mungil berusia enam minggu yang meninggal di rumah sakit Gaza Utara. Ibunya tak bisa menyusui karena kekurangan gizi, dan keluarga mereka tak mampu menemukan susu formula di tengah blokade total yang mematikan.

Dapur Umum ASAR Humanity: Menghidupkan Harapan di Tengah Genosida

Sejak awal agresi brutal yang dilakukan oleh Israel pada 7 Oktober lalu, Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) ASAR Humanity terus berkomitmen untuk tidak meninggalkan saudara-saudara kita di Gaza sendirian menghadapi kehancuran ini. Melalui pendirian dapur umum, ASAR Humanity berupaya menyelamatkan nyawa anak-anak hingga lansia dan menghadirkan harapan di tengah reruntuhan serta rasa lapar yang mencekik.

Dapur umum ASAR Humanity berikhtiar memasak dan mendistribusikan makanan bagi ribuan warga yang kelaparan, anak-anak yang tubuhnya tinggal tulang dan kulit, serta para ibu yang menangis karena tak bisa memberi makan anaknya. Meski terus beroperasi, kebutuhan dapur umum ini jauh dari cukup. Harga bahan pokok meroket, pasokan makin langka, dan akses distribusi kian sulit.

Saatnya Kita Bertindak: Bersamai Gaza, Jangan Hanya Jadi Penonton Derita

Apa yang terjadi di Gaza hari ini bukan sekadar tragedi, melainkan kejahatan kemanusiaan yang nyata. Saat dunia diam tanpa mengambil tindakan nyata, ASAR Humanity terus menyalakan obor kebaikan di tengah kelamnya penjajahan. Tapi perjuangan ini tidak bisa sendirian.

Yuk, terus bersamai dapur umum ASAR Humanity di Gaza.
Setiap donasi darimu adalah nyawa yang diselamatkan. Setiap suapan nasi adalah bentuk cinta dan solidaritas nyata. Kamu bisa bersedekah, infak, dan berzakat untuk jutaan saudara di Gaza dengan klik link https://donasi.asarhumanity.org/bangunkembalipalestina