Anak-Anak Gaza Kembali Belajar di Tengah Keterbatasan, Banias: Mereka Berhak Mendapat Pendidikan

Asar Humanity

25 Sep 2026 14:54

Anak-Anak Gaza Kembali Belajar di Tengah Keterbatasan, Banias: Mereka Berhak Mendapat Pendidikan

Anak-Anak Gaza Kembali Belajar di Tengah Keterbatasan, Banias: Mereka Berhak Mendapat Pendidikan

 

Gaza, 25 September 2026 – Bagi Banias, 9 tahun, kembali ke sekolah seharusnya menjadi momen yang menyenangkan. Bertemu guru, bermain bersama teman, membawa tas dan perlengkapan belajar. Namun, bagi anak-anak di Gaza, hari pertama sekolah kembali berlangsung jauh dari ruang kelas yang layak.

Banias merupakan salah satu anak yang belajar di Ahbab Al-Shujaiya School, sebelah barat Gaza City. Bersama teman-temannya, ia kini mengikuti pembelajaran di bawah tenda sederhana. Tidak ada meja dan kursi seperti yang seharusnya tersedia di ruang kelas. Sebagian anak belajar dengan duduk di atas kasur, sementara lainnya bahkan harus duduk langsung di lantai dengan buku di atas lutut.

“Tidak ada meja dan kursi. Para siswa belajar di atas kasur. Namun, meski dalam kondisi seperti ini, mereka tetap datang untuk belajar dan mengetahui hal-hal baru,” ujar Banias saat menggambarkan kondisi sekolahnya.

Meski jauh dari lingkungan belajar yang layak, anak-anak tetap datang membawa tas dan alat tulis. Mereka tetap ingin bertemu guru, belajar hal-hal baru, dan merasakan kembali rutinitas sebagai seorang anak.

Bagi Banias dan teman-temannya, tenda mungkin bukan sekolah yang mereka impikan. Namun, untuk sementara, tempat sederhana tersebut menjadi ruang bagi mereka untuk belajar dan mempertahankan harapan akan masa depan.

“Mereka berhak mendapatkan dukungan. Mereka berhak mendapatkan pendidikan,” kata Banias.

Kondisi tersebut menjadi gambaran dari krisis pendidikan yang masih dihadapi anak-anak Gaza. UNICEF mencatat sekitar 700.000 anak usia 4–17 tahun di Gaza telah kehilangan pendidikan tatap muka selama hampir tiga tahun. Hampir 98 persen bangunan sekolah juga mengalami kerusakan, sementara sekitar 420.000 anak masih belum mendapatkan pembelajaran tatap muka.

Keterbatasan ruang belajar semakin mengkhawatirkan menjelang musim dingin. Tenda-tenda yang digunakan sebagai ruang kelas harus menghadapi hujan, angin, dan suhu dingin. Kondisi tempat tinggal masyarakat Gaza yang masih sangat terbatas turut meningkatkan kerentanan anak-anak.

Di sekolah lainnya, kondisi serupa bahkan dialami oleh siswa kelas satu. Mereka belajar tanpa kasur, duduk di lantai, dan menulis dengan buku yang diletakkan di atas lutut. Meja dan kursi yang semestinya menjadi bagian dari ruang kelas belum tersedia.

“Anak-anak itu seharusnya duduk di meja dan kursi. Mereka seharusnya tidak berada dalam kondisi yang memprihatinkan seperti ini,” ungkap Banias.

Bagi anak-anak seperti Banias, pendidikan bukan sekadar aktivitas di dalam kelas. Sekolah menjadi tempat mereka kembali bertemu teman, belajar, dan memiliki rutinitas di tengah situasi yang penuh ketidakpastian. Karena itu, menghadirkan ruang belajar yang lebih layak berarti membantu mereka mendapatkan kembali sebagian dari masa kanak-kanak yang seharusnya mereka jalani.

Melalui program Jaga Generasi Gaza, Laznas ASAR Humanity mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak Palestina dan membantu menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan layak.

Salurkan dukungan Anda melalui:

https://donasi.asarhumanity.org/campaign/892/bangun-kembali-harapan-hidupkan-pendidikan-palestina