Asar Humanity
30 Jun 2026 16:54
ASAR Humanity Bersama Forum Wartawan Jaya Indonesia dan Komunitas Jurnalis Depok Tanam 100 Pohon di Kawasan Situ Jatijajar
Depok, 30 Juni 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup sekaligus memperkuat kolaborasi lintas elemen masyarakat, ASAR Humanity bersama Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) dan Komunitas Jurnalis Depok menggelar aksi penanaman 100 bibit pohon di kawasan Situ Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Selasa (30/6).
Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sekaligus upaya mitigasi bencana melalui penghijauan kawasan resapan air. Aksi tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintah, komunitas, serta insan media, di antaranya perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Camat Tapos, Lurah Jatijajar, Pokdarwis Situ Jatijajar, Forum Wartawan Jaya Indonesia, Komunitas Jurnalis Depok, dan puluhan jurnalis dari berbagai media.

Dalam sambutannya, Purwadi Nugroho, Director Brand Integrated & Communication ASAR Humanity, menegaskan bahwa misi kemanusiaan tidak hanya diwujudkan melalui respons terhadap bencana, tetapi juga melalui langkah-langkah preventif yang mampu meminimalkan risiko bencana di masa depan, salah satunya dengan menjaga kelestarian lingkungan.
"Kolaborasi adalah salah satu nilai utama ASAR Humanity. Kami percaya bahwa menghadirkan kemaslahatan tidak dapat dilakukan sendiri. Melalui aksi penanaman pohon ini, kami ingin berkontribusi dalam menjaga lingkungan sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik. ASAR Humanity selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah, komunitas, media, dunia usaha, maupun masyarakat luas karena kami meyakini bahwa kolaborasi akan melipatgandakan manfaat bagi sesama," ujar Purwadi.
Ia menambahkan bahwa menjaga alam merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari misi kemanusiaan. Menurutnya, upaya pelestarian lingkungan adalah bentuk investasi jangka panjang untuk melindungi masyarakat dari dampak perubahan iklim dan berbagai potensi bencana.
Camat Tapos, Jarkasih, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, alih fungsi lahan yang semakin masif di wilayah Tapos menyebabkan ruang hijau terus berkurang sehingga gerakan penghijauan perlu dilakukan secara berkelanjutan.
"Semoga kegiatan ini bukan hanya menjadi seremoni, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan. Menanam pohon bisa dimulai dari mana saja, termasuk di halaman rumah maupun menggunakan pot apabila lahan terbatas," ungkapnya.

Senada dengan itu, Raden Herdandi Suherman, Lurah Jatijajar, berharap kegiatan ini dapat memperkuat fungsi Situ Jatijajar sebagai kawasan hijau sekaligus destinasi wisata alam yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Depok.

Sementara itu, mewakili Kepala DLHK Kota Depok, Agnesia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, komunitas, dan media. Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Depok menargetkan penanaman 2.000 pohon sepanjang tahun 2026, dan hingga Juni telah terealisasi sekitar 1.100 pohon.
"Kegiatan seperti ini sangat membantu upaya Pemerintah Kota Depok dalam meningkatkan tutupan hijau sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim. Menanam pohon merupakan investasi lingkungan yang manfaatnya akan dirasakan hingga generasi mendatang," ujarnya.
Ketua Komunitas Jurnalis Depok, Johannes, menyampaikan bahwa insan pers tidak hanya memiliki peran dalam menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga turut mengambil bagian dalam aksi-aksi sosial dan lingkungan melalui kolaborasi bersama berbagai pihak.
Hal serupa disampaikan Iksan, perwakilan Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI). Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan bagian dari misi kemanusiaan karena mencegah terjadinya bencana memiliki nilai yang sama pentingnya dengan memberikan bantuan ketika bencana terjadi.
Sebanyak 100 bibit pohon produktif, yang terdiri dari pohon alpukat, mangga, durian, dan nangka, disiapkan dalam kegiatan ini. Sebagian bibit ditanam secara simbolis di kawasan Situ Jatijajar, sedangkan sisanya dibagikan kepada masyarakat dan para peserta untuk ditanam di lingkungan masing-masing sehingga manfaat penghijauan dapat dirasakan lebih luas.

Situ Jatijajar dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki fungsi strategis sebagai kawasan resapan air sekaligus hulu Sungai Cipinang yang mengalir hingga Jakarta. Upaya pelestarian kawasan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan kualitas udara, serta memperkuat ketahanan lingkungan terhadap dampak perubahan iklim.
Melalui kegiatan ini, ASAR Humanity kembali menegaskan komitmennya untuk membangun kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial dan lingkungan. Tidak hanya berfokus pada penanganan dampak bencana, ASAR Humanity juga terus mendorong berbagai langkah preventif, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Puasa 9 dan 10 Muharram 2026: Jadwal, Keutamaan, dan Amalan di Bulan Haram
Diposting pada 18 June 2026
#SelamanyaJagaPalestina: Zakatmu Hadirkan Makanan Hangat bagi 4.000 Warga Gaza Utara
Diposting pada 12 June 2026
Tahun Baru Islam 2026: Waktu Terbaik Memulai Hijrah dan Membiasakan Sedekah Subuh
Diposting pada 11 June 2026
Sambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, ASAR Humanity & Ratusan Relawan Bersihkan Pantai dan Tanam 800 Mangrove di Padang
Diposting pada 09 June 2026