Bagian dari Totalitas Ramadhan, ASAR Humanity Hadirkan Gerai Bahagia Ramadhan untuk 100 Anak di Pengungsian Gaza
Gaza Utara — Di tengah situasi kemanusiaan yang masih berlangsung, ASAR Humanity menghadirkan Gerai Bahagia Ramadhan bagi 100 anak di pusat camp pengungsian Gaza Utara. Program ini menjadi bagian dari rangkaian besar Totalitas Ramadhan, sebagai wujud komitmen menghadirkan kebermanfaatan yang utuh di bulan suci.
Gerai Bahagia Ramadhan tidak sekadar membagikan bantuan, tetapi menghadirkan pengalaman yang memulihkan. Secara khusus, 100 anak menerima pakaian baru yang dapat mereka pilih sendiri — sebuah momen sederhana yang menghadirkan kembali rasa percaya diri, kebahagiaan, dan harga diri di tengah keterbatasan.
Bagi anak-anak penyintas konflik, pakaian baru bukan hanya kebutuhan. Ia adalah simbol perhatian. Ia adalah pesan bahwa mereka dilihat, diperhatikan, dan tidak dilupakan.
Ketua Yayasan ASAR Humanity, Noval Eriansyah, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari ikhtiar memaknai Ramadhan secara menyeluruh.
“Totalitas Ramadhan bagi kami bukan hanya tentang menghadirkan bantuan, tetapi menghadirkan harapan. Anak-anak Gaza harus tetap merasakan kebahagiaan, merasa dihargai, dan tahu bahwa mereka tidak sendiri,” ujar Noval Eriansyah.
Program ini melengkapi berbagai aksi kemanusiaan ASAR Humanity selama Ramadhan yang menjangkau wilayah terdampak krisis. Kehadiran Gerai Bahagia Ramadhan di Gaza Utara menjadi simbol kepedulian masyarakat Indonesia yang terus membersamai Palestina.
Melalui program ini, ASAR Humanity berharap setiap pakaian baru yang dikenakan tidak hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga menguatkan hati — bahwa Ramadhan tetap membawa cahaya, bahkan di tempat yang paling membutuhkan harapan.
Melalui program ini, ASAR Humanity berharap setiap pakaian baru yang dikenakan bukan hanya menjadi pelindung tubuh, tetapi juga menghadirkan kembali rasa percaya diri dan kebahagiaan yang sempat redup. Ramadhan adalah tentang menghadirkan cahaya — dan cahaya itu terus kami ikhtiarkan menyala, bahkan di tempat yang paling membutuhkan harapan.