BMKG: Pemicu Gempa Kuat M4,7 Karawang-Bekasi Adalah Sesar Segmen Citarum!

Asar Humanity

21 Aug 2025 09:40

Share

BMKG: Pemicu Gempa Kuat M4,7 Karawang-Bekasi Adalah Sesar Segmen Citarum!

AsarNews, Karawang - Gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada malam tadi, Rabu (20/8/2025). Gempa terjadi pada pukul 19.54 WIB. 

Menurut keterangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa ini memiliki kekuatan Magnitudo 4,9 dan kedalaman 10 KM. Tidak ada laporan potensi tsunami.

Gempa Karawang-Bekasi Dirasakan Kuat Getarannya

Meski laporan BMKG hanya menyebut wilayah Bekasi, gempa juga dirasakan oleh sejumlah warga di Depok, Jakarta dan Tangerang Selatan.

BMKG melaporkan Gempa Karawang-Bekasi ini dirasakan di Bekasi dengan Intensitas III - IV MMI, Di Purwakarta, Cikarang dan Depok Intensitas III MMI, Di Bandung, Jakarta, Tangerang Selatan, Bekasi Timur Intensitas II - III MMI, Di Tangerang, Pandegalang, Cianjur dan Pelabuhanratu, Lebak II MMI.

Getaran gempa yang dangkal dengan berpusat di darat juga berdampak ke Kabupaten Karawang, Jawa Barat, hingga menyebabkan sejumlah rumah warga dan fasilitas umum rusak.

68a652fde6fdd-1

Daryono BMKG: Pemicu Gempa Karawang-Bekasi Adalah Segmen Citarum

Daryono menjelaskan, gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,9 pada Rabu (20/8/2025) pukul 19.54 WIB itu dipicu Segmen Citarum yang termasuk dalam sistem West Java Back Arc Thrust.  “Gempa semalam itu pemicunya segmen Citarum, bukan Baribis. 

Segmen Baribis itu letaknya di timur, dekat Kuningan. Kalau dilihat peta sebaran segmen, pembangkit gempa M 4,7 tadi malam adalah segmen Citarum,” tegasnya.  Epicenter gempa berada di selatan segmen Citarum karena struktur sesar tersebut miring (dipping) ke arah selatan. 

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi resmi mengenai gempa hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG, baik website, media sosial terverifikasi, maupun aplikasi Info BMKG.

Mengenal Apa Itu Sesar Naik Busur Belakang Jawa Barat?

West Java Back Arc Thrust atau dikenal dengan Sesar Naik Busur Belakang Jawa Barat merupakan sesar aktif di bagian belakang busur vulkanik Jawa Barat.   

Sesar ini disebut melewati Cirebon, Indramayu, Majalengka, Subang, Purwakarta, Karawang, dan Bekasi. Serta terindikasi melalui daerah selatan Jakarta (perbatasan dengan Depok) dan di daerah Bogor.  

Sesar adalah retakan atau patahan pada kerak bumi (litosfer). Beberapa sesar bersifat aktif. Di sini, bagian-bagian batuan bergerak melewati satu sama lain. 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 2022, sesar ini berada di sepanjang utara Jawa Barat sampai selatan Jakarta. Selain itu, berdasarkan penelitian tersebut, sesar busur belakang Jawa Barat merupakan sesar aktif.  

Sesar ini terbagi menjadi beberapa bagian di antaranya Sesar Citarum Front yang panjangnya sekira 70 kilometer memanjang dari arah timur-tenggara. Kemudian ada juga Sesar Citarum dengan panjang 40 kilometer memanjang dari barat-barat laut.

Sementara itu, dari penelitian terbaru yang ditulis ilmuwan gabungan dari BMKG, BRIN, Universitas Cambridge, ITB dan Universitas Maranatha Bandung Pepen Supendi, dkk yang berjudul 'Evidence of the West Java back-arc thrust from earthquake activity' dalam jurnal Tectonophysics volume 911 yang telah dipublikasikan pada 12 Juli 2025 lalu mengungkapkan beberapa bukti bahwa sesar West Java Back Arc Thrust sangat aktif.

Pepen Supendi, dkk melakukan eksperimen seismik sumur bor dirancang untuk menyelidiki aktivitas seismik yang terkait dengan back-arc thrust Jawa Barat. Eksperimen sumber pasif ini terdiri dari tujuh seismometer sumur bor yang dipasang melintasi wilayah Subang dan sekitarnya. Eksperimen ini merekam data seismik antara Desember 2022 hingga September 2023 dan dilengkapi dengan data dari jaringan stasiun seismik permanen BMKG.

Para peneliti juga mengidentifikasi dan menentukan lokasi 15 gempa kerak dangkal serta menghitung mekanisme fokalnya. Kejadian gempa bumi bertipe sesar naik di wilayah back-arc selama periode ini memberikan bukti adanya aktivitas tektonik berkelanjutan di sepanjang back-arc thrust Jawa Barat.

Selain itu, para gabungan peneliti juga mengidentifikasi adanya sesar baru yang sebelumnya tidak dikenal, yang disebut sebagai Sesar Cirata, yang dicirikan oleh gempa dengan mekanisme sesar naik. “Sesar Cirata Baru Dikenali Para peneliti dalam jurnal terbaru mengidentifikasi sesar yang sebelumnya tidak dikenali yang disebut Sesar Cirata, yang dicirikan oleh gempa bumi dengan mekanisme dorong.”

“Menariknya, kami mengamati sesar normal di ujung timur Sesar Lembang, yang menunjukkan reaktivasi struktur sesar tua yang terkait dengan Kaldera Sunda purba. Temuan ini memiliki implikasi signifikan bagi penilaian bahaya seismik dan kesiapsiagaan bencana di wilayah tersebut, serta menyoroti pentingnya pemantauan berkelanjutan dan upaya kolaboratif antara ahli geologi, seismolog, perencana kota, dan pembuat kebijakan,” tulis para peneliti.

mengenal-sesar-naik-busur-belakang-jawa-barat-pemicu-gempa-bekasi-asf

Gempa Susulan Karawang-Bekasi Terjadi Sampai 9 Kali

Sebanyak 9 kali gempa mengguncang wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dan sekitarnya sejak tadi malam Rabu (20/8) hingga pagi ini Kamis (21/8/2025). Gempa utama dilaporkan dengan kekuatan M4,9 kemudian dilakukan pemutakhiran menjadi M4,7 yang terjadi pada pukul 19.54 WIB.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 8 gempa susulan terjadi hingga pukul 06.05 WIB pagi ini.

Hasil laporan kaji cepat sementara yang dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, didapati bangunan rumah warga di Kampung Jungkur, Kecamatan Tegalwaru dan Kampung Kutamaneuh, Kecamatan Tegalwaru, mengalami kerusakan di bagian dinding rumah.

"Berikutnya untuk kerusakan fasilitas umum yang terdata sementara meliputi Sekolah Dasar Negeri Kutamaneuh 2, Kecamatan Tegalwaru dan gedung aula serbaguna Kecamatan Pangkalan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari kepada wartawan, Kamis (21/8).

Berdasarkan laporan visual hasil kaji cepat menunjukkan, langit-langit atau plafon jebol mengenai beberapa meja di salah satu ruang kelas SDN Kutamaneuh 2.

Di samping itu, kerusakan juga terlihat di bagian dinding cungkup atap ruang kelas. Serpihan puing dinding itu jatuh dan berserakan ke tanah.

Hal serupa juga terlihat di aula serbaguna kantor Kecamatan Pangkalan. Plafon langit-langit roboh menimpa sarana umum.

"Beruntung saat terjadi gempa bumi, baik sekolah maupun aula kecamatan tidak ada aktivitas manusia di sana sehingga tidak menimbulkan korban jiwa," terangnya.

Jika dirinci berdasarkan kaji cepat sementara, wilayah yang terdampak gempa bumi juga meliputi Desa Wanakerta, Desa Mulyajaya dan Desa Parungsari di Kecamatan Telukjambe Barat serta Desa Kutamaneuh di Kecamatan Tegalwaru di Kabupaten Karawang.

Sebanyak 8 rumah dilaporkan mengalami kerusakan dan jumlah warga yang terdampak ada 20 jiwa dari 8 KK.

"Tim reaksi cepat masih terus melakukan kaji cepat dan monitoring di lapangan. Perkembangan data lebih detail terkait jumlah kerusakan bangunan maupun potensi korban jiwa masih dalam proses tim di lapangan dan informasi tersebut akan disampaikan secara berkala dalam beberapa waktu ke depan," pungkasnya.