Asar Humanity
06 Mar 2025 09:18
BNPB Mulai Lakukan Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Untuk Antisipasi Banjir
AsarNews, Depok - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah melakukan upaya penanganan bencana banjir di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) mulai Selasa (4/3/2025). Hal tersebut dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).
Operasi ini dilakukan tiga hari menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B, nomor registrasi PK-SNP. Penyemaian bahan baku berupa garam (NaCl) diharapkan dapat dilakukan pada area target.
Sorti pertama dimulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, dilanjutkan sorti kedua pukul 17.30 hingga 19.30 WIB dan sorti terakhir pukul 20.00 hingga 22.00 WIB. Penyemaian 1 ton NaCL setiap sortinya akan dilakukan pada ketinggian 8.000 - 11.000 kaki.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menyampaikan, operasi ini akan berlangsung menyesuaikan dengan prediksi cuaca yang telah ditetapkan.
"Saat ini kita mulai dari tanggal 4 sampai 8 Maret mengingat prediksi curah hujan masih cukup tinggi," ujar Suharyanto dalam keterangan resmi yang diterima Rabu (5/3/2025).
"Prakiraan cuaca juga menunjukkan masih berpotensi terjadi curah hujan tinggi pada pertengahan Maret 2025. Kita akan dukung dengan OMC untuk mengurangi intensitas hujan di sekitar Jawa Barat," lanjutnya.

Berikut Sejarah Modifikasi Cuaca di RI
Modifikasi cuaca sendiri bukanlah teknologi baru. Tepatnya, ide ini muncul saat Presiden Soeharto menjabat.
Awal mulanya, pemerintah melihat pertanian Thailand yang cukup maju berkat suplai kebutuhan air pertanian yang didukung oleh modifikasi cuaca.
"Berawal dari itu, Presiden Soeharto mengutus Pak Habibie untuk mempelajari TMC ini, kemudian tahun 77 dimulai proyek percobaan hujan buatan yang waktu itu masih didampingi asistensi dari Thailand," jelas Koordinator Laboratorium Pengelola Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Budi Harsoyo, dikutip dari laman resmi BRIN Rabu (5/3/2025).
Mulanya TMC dipelajari di Thailand dan diterapkan di Indonesia untuk mendukung pertanian melalui pengisian waduk-waduk strategis, baik untuk PLTA ataupun irigasi.
Setelah percobaan hujan buatan pada 1977, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berdiri pada 1978. Proyek hujan buatan kala itu ada di bawah Direktorat Pengembangan Kekayaan Alam (PKA).

Kemudian, pada 1985 didirikan UPT Hujan Buatan melalui SK Menristek/Ka BPPT No 342/KA/BPPT/XII/1985. Barulah pada 2015 dikenal istilah teknologi modifikasi cuaca (TMC) sesuai Peraturan Kepala BPPT No 10 Tahun 2015 yang mengubah nomenklatur UPT Hujan Buatan menjadi Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca.
Permintaan pelayanan TMC kemudian meluas, seperti penanggulangan kebakaran hutan, penanggulangan banjir, sampai pengamanan acara kenegaraan.
ProyekTMC untuk mengurangi curah hujan pertama kali dilakukan untuk mendukung pelaksanaan SEA Games XXVI Palembang pada 2011. Kemudian, menanggulangi banjir Jakarta pada 2013, 2014, 2020, hingga acara kenegaraan sepertiKTT G20 tahun 2022.
Bagaimana Cara Modifikasi Cuaca BNPB?
Apa saja yang dilakukan dalam kegiatan modifikasi cuaca? Berikut ini tahapannya:
Demikian sejarah dan cara modifikasi cuaca di RI. Semoga menambah wawasan!
Jaga Generasi Gaza, ASAR Humanity Ajak Masyarakat Bangun 100 Ruang Kelas Sementara di Gaza
Diposting pada 18 September 2026
Semangat Merdeka Berbagi, KSATRIA ASAR Humanity Gelar Aksi Kemanusiaan di 17 Daerah
Diposting pada 16 September 2026
ASAR Humanity Hadirkan Dapur Umum, Salurkan Makanan Siap Saji untuk 200 Warga Terdampak Gempa di Maggarai Timur
Diposting pada 08 September 2026
ASAR Humanity Salurkan 500 Porsi Makanan Siap Santap untuk Pengungsi di Gaza Utara
Diposting pada 08 September 2026