Tujuh Orang Juru Masak World Central Kitchen Menjadi Korban Keganasan Israel

Asar Humanity

08 Apr 2024 19:23

Share

Tujuh Orang Juru Masak World Central Kitchen Menjadi Korban Keganasan Israel

AsarNews, Gaza - Kabar dari tim World Central Kitchen (WCK) menggemparkan perhatian dunia usai Israel menyerang beberapa relawan kemanusiaannya yang lagi bertugas di Jalur Gaza.

Sebanyak tujuh pekerja bantuan kemanusiaan World Central Kitchen (WCK) tewas usai Israel menggempur habis-habisan Deir Al Balah, Jalur Gaza bagian tengah, Palestina, pada Senin (1/4).

Otoritas Gaza mengatakan ketujuh relawan WCK itu ada yang berkewarganegaraan Australia, Kanda, Polandia, Inggris, dan Palestina.

"Meskipun telah melakukan koordinasi dengan IDF, konvoi WCK diserang saat meninggalkan gudang Deir al-Balah, tempat tim tersebut menurunkan lebih dari 100 ton bantuan makanan kemanusiaan yang dibawa ke Gaza melalui jalur maritim," kata kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan seperti dikutip CNN.

WCK pun meminta Israel untuk menghentikan "pembunuhan tanpa pandang bulu" di Gaza.

Insiden ini terjadi tak lama setelah WCK mengumumkan mengirim ratusan ton makanan ke Jalur Gaza dalam gelombang terbaru.

WCK merupakan organisasi non-profit didirikan oleh chef asal Spanyol, Jose Andres, pada 2010 yang fokus memberikan bantuan makanan ke tempat konflik dan bencana.

WCK telah mengoperasikan 65 dapur di seluruh Gaza. Mereka juga telah menyajikan puluhan juta makanan sejak Israel melancarkan agresi ke Palestina pada Oktober 2023.

Serangan terbaru Israel memicu pernyataan keras dari berbagai pihak. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese meminta Israel "bertanggung jawab penuh" usai melancarkan serangan. Albanese juga menyampaikan belasungkawa ke keluarga korban.

Sekutu dekat Israel, Amerika Serikat, bahkan meminta pemerintahan Benjamin Netanyahu "melakukan investigasi" terkait serangan yang menewaskan pekerja kemanusiaan.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional (NSC) Adrienne Watson menyebut kematian staf WCK meresahkan dan mendesak perlindungan terhadap pekerja bantuan kemanusiaan.