Establish Public Kitchens at 6 Cianjur Earthquake Evacuation Points

Asar Humanity

12 Feb 2023 10:01

Share

Establish Public Kitchens at 6 Cianjur Earthquake Evacuation Points

CIANJUR, AsarNews – Sepekan berlalu sejak gempa mengguncang Cianjur, hingga kini Posko Dapur Umum ASAR Humanity sudah beroperasi di 6 titik pengungsian. Pagi, siang dan malam tim Relawan ASAR Humanity bersama @ksatria_idn terus bekerja memberikan layanan terbaik untuk korban gempa Cianjur. “Alhamdulillah, paket makanan siap saji telah disalurkan kepada sekitar 1.350 penerima manfaat setiap hari,” ungkap Dicky Irawan, Komandan Posko Penanganan Bencana ASAR Humanity.
“Kehadiran Posko Dapur Umum sangatlah krusial, mengingat banyak rumah warga yang hancur. Tak hanya harta benda, perlengkapan masak dan logistik mereka pun ikut terkubur. Praktis mereka tak berdaya dan hanya mengandalkan bantuan dari para relawan,” imbuh Dicky saat ditemui di Dapur Umum ASAR Humanity.
Seperti yang dialami oleh Pak Iwan (35 tahun) sejak terjadinya bencana gempa bumi, dia tak mau beranjak dari pengungsian di kampungnya Desa Mekarjaya, Kec. Mande, Cianjur. “Saya trauma kembali ke rumah, karena takut akan gempa susulan.” ujarnya pasrah kepada Relawan @ksatria_idn .

Kabar-5
 

CIANJUR, AsarNews – Sepekan berlalu sejak gempa mengguncang Cianjur, hingga kini Posko Dapur Umum ASAR Humanity sudah beroperasi di 6 titik pengungsian. Pagi, siang dan malam tim Relawan ASAR Humanity bersama @ksatria_idn terus bekerja memberikan layanan terbaik untuk korban gempa Cianjur. “Alhamdulillah, paket makanan siap saji telah disalurkan kepada sekitar 1.350 penerima manfaat setiap hari,” ungkap Dicky Irawan, Komandan Posko Penanganan Bencana ASAR Humanity.
“Kehadiran Posko Dapur Umum sangatlah krusial, mengingat banyak rumah warga yang hancur. Tak hanya harta benda, perlengkapan masak dan logistik mereka pun ikut terkubur. Praktis mereka tak berdaya dan hanya mengandalkan bantuan dari para relawan,” imbuh Dicky saat ditemui di Dapur Umum ASAR Humanity.
Seperti yang dialami oleh Pak Iwan (35 tahun) sejak terjadinya bencana gempa bumi, dia tak mau beranjak dari pengungsian di kampungnya Desa Mekarjaya, Kec. Mande, Cianjur. “Saya trauma kembali ke rumah, karena takut akan gempa susulan.” ujarnya pasrah kepada Relawan @ksatria_idn .