Gunung Lewotobi Erupsi 2 Kali, Masyarakat Membutuhkan Masker

Asar Humanity

11 Nov 2024 09:19

Share

Gunung Lewotobi Erupsi 2 Kali, Masyarakat Membutuhkan Masker

ASARNews, Flores Timur - Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, erupsi 2 kali dalam 24 jam terakhir, memaksa 4.436 masyarakat di sekitar gunung untuk mengungsi. Letusan gunung Lewotobi menyebabkan 10 orang meninggal,6 diantaranya merupakan 1 keluarga dan kerusakan pada beberapa infrastruktur vital seperti 25 sekolah, 2.384 rumah warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur mengkonfirmasi hingga kini sudah ada 2 erupsi besar sejak erupsi awal gunung Lewotobi, Minggu (3/11). “Kami mengimbau seluruh warga untuk waspada dan mematuhi instruksi petugas. Sampai saat ini, tercatat 10 warga meninggal dunia akibat tertimpa material longsoran, dan setidaknya 4.436 orang telah mengungsi ke tempat aman,” ujar Kepala BPBD Flores Timur, Budi Setiawan.

Pihak BPBD menyatakan telah menyiapkan posko pengungsian di beberapa lokasi di sekitar kawasan rawan bencana, lengkap dengan dapur umum dan fasilitas medis.

“Kondisi infrastruktur di sekitar kawasan terdampak cukup memprihatinkan, dengan beberapa jembatan dan jalan yang tertutup material longsoran. Ini memperlambat upaya evakuasi, tetapi kami terus berupaya mengerahkan alat berat untuk membuka akses," tambah Budi.

Saat ini warga mulai cemas karena erupsi yang terus meningkat. Mereka juga membutuhkan masker dan penutup kepala. “Kami butuh pelindung seperti masker, berharap ada bantuan pemerintah kabupaten,” ujar Dominikus Podeng, Kepala Desa Lewomada dikutip melalui media harian DetikBali.

ASAR Humanity masih berusaha menghimpun bantuan guna menolong masyarakat di sekitar gunung Lewotobi, bantuan kemanusiaan lainnya juga sedang diikhtiarkan guna meredam dampak erupsi.

Dari pantauan terkini, aktivitas vulkanik di Gunung Lewotobi masih cukup aktif, sehingga masyarakat diharapkan tetap waspada dan tidak mendekati area rawan.