Operasi Badai Al Aqsa: Begini Kondisinya Sekarang!

Asar Humanity

09 Oct 2023 13:49

Share

Operasi Badai Al Aqsa: Begini Kondisinya Sekarang!

AsarNews, Palestina - Sebanyak 700 warga Israel dilaporkan tewas dalam serangan militan Hamas ketika pertempuran terus berlanjut dan puluhan pesawat tempur menyerang Jalur Gaza.

Update terbaru korban tewas di Gaza meningkat menjadi 436 Jumlah orang yang meninggal di Jalur Gaza kini mencapai 436 orang, kata otoritas kesehatan Palestina. Korban tewas termasuk 91 anak-anak, Senin (9/10/2023).

F77Uq1tWEAAby02
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memperingatkan orang-orang yang tinggal di Gaza untuk meninggalkan Gaza ketika ia berjanji untuk mengubah sebagian wilayah tersebut menjadi “puing-puing” sebagai balas dendam atas “hari kelam” serangan Hamas ke Israel. Netanyahu mengatakan perang akan membutuhkan waktu.

Militer AS mengkonfirmasi pada hari Minggu bahwa pihaknya berencana untuk memindahkan kapal Angkatan Laut dan pesawat militer lebih dekat ke Israel untuk menunjukkan dukungan.

Mereka juga mengirimkan dukungan tambahan untuk Pasukan Pertahanan Israel atau Israel Defense Forces (IDF), yang akan meningkat dalam beberapa hari mendatang, kata Presiden Joe Biden kepada Netanyahu melalui panggilan telepon.

Menurut layanan penyelamatan Israel Zaka, 260 mayat ditemukan setelah salah satu serangan Hamas terjadi di sebuah festival musik. Seorang pejabat militer Israel mengatakan ratusan militan Hamas telah terbunuh dan puluhan lainnya ditangkap. IDF memulai serangan udara intensif di Jalur Gaza menggunakan puluhan jet tempur pada hari Minggu.

2023-10-08T050708Z_1367188976_RC20O3ALQUHE_RTRMADP_3_ISRAEL-PALESTINIANS-1696746180
Dikatakan mereka menyerang 800 sasaran, termasuk sebuah kompleks yang menampung departemen intelijen Hamas dan sebuah menara 14 lantai yang memiliki puluhan apartemen serta kantor Hamas di pusat Kota Gaza.

Pertempuran berlanjut semalaman dengan IDF masih melakukan operasi di sekitar delapan wilayah dekat Jalur Gaza, menurut juru bicara IDF. Sementara sayap bersenjata Hamas mengatakan pada hari Minggu bahwa para pejuangnya masih terlibat dalam bentrokan sengit di beberapa lokasi di Israel.

Operasi Badai Al Aqsa dari Hamas disebut sebagai kegagalan terburuk Mossad Israel.

Pasalnya, Mossad sebagai intelijen legendaris Israel, dinilai gagal mengantisipasi serangan telak Hamas tersebut.

Ya, gelombang serangan Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya menerpa wilayah Israel yang membuatnya panik dan menetapkan status darurat perang, Sabtu (7/10/2023).

Kelompok militan Hizbullah yang berbasis di Lebanon, salah satu kelompok pertama yang secara terbuka mendukung serangan Hamas, menyerang posisi Israel di wilayah sengketa di sepanjang perbatasan dengan Dataran Tinggi Golan Suriah dan Israel membalasnya dengan serangan pesawat tak berawak terhadap sasaran Hizbullah.

33XQ3FW-highres-1696831060
Mengutip live report Al Jazeera disimpulkan bahwa :
• Jumlah korban tewas telah melampaui 1.100 orang di Israel dan Gaza, karena lebih dari 100.000 tentara Israel saat ini berkumpul di perbatasan untuk mempersiapkan kemungkinan serangan darat.
• Setidaknya ada tujuh wilayah di mana militer Israel masih memerangi pejuang Palestina.
• Israel mengatakan pihaknya berhasil menguasai kantor polisi Sderot, namun beberapa titik di sepanjang tembok Gaza masih bisa ditembus setelah serangan Hamas.
• Serangan udara Israel telah menghantam lebih banyak bangunan tempat tinggal di Gaza.
• Hizbullah Lebanon mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap pos militer Israel di Shebaa Farms. Israel mengatakan mereka meresponsnya.
• Seorang kepala divisi dan mayor militer di antara 26 tentara Israel dipastikan telah dibunuh oleh pejuang Palestina.