Asar Humanity
20 Mar 2024 10:44
BMKG: Penyebab Langit Jabodetabek Cerah Biru Banget!
AsarNews, Jakarta - Langit Jakarta sangat cerah dan biru sekali dalam beberapa hari terakhir ini. Apakah ini hasil 'dicuci' hujan beberapa hari sebelumnya? Simak penjelasan berikut!
Menutip detikEdu, bahwa sempat memotret penampakan langit Jakarta pada Selasa (19/3/2024) siang ini di kawasan Kuningan hingga Tendean pada pukul 13.00 WIB. Langit biru cerah dihiasi awan berarak yang indah terlihat.
Fenomena ini detikEdu tanyakan ke Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Menurut prakirawan cuaca BMKG Irsal Yuliandri, cuaca cerah di ibukota dengan penampakan langit berwarna biru merupakan fenomena alamiah yang bisa terjadi di segala musim.
"Hal tersebut terjadi karena beberapa hal seperti kondisi angin yang relatif cukup kencang, kelembapan udara cukup kering, sinar matahari, dan partikel penyusun di atmosfer," demikian kata Irsal dalam wawancara melalui aplikasi pesan hari ini, Selasa (19/3/2024).
Beberapa faktor dinamika atmosfer yang menyebabkan cuaca cerah di ibukota, menurut Irsal adalah:
1. Saat ini wilayah Indonesia bagian barat sedang berada pada fase 6, yaitu fase kering Madden-Julian Oscillation (MJO)/suppressed MJO.
2. Menghangatnya suhu muka laut di perairan Afrika (IOD Positif) menyebabkan potensi hujan di wilayah barat Indonesia lebih rendah dari normalnya.
3. Peningkatan kecepatan angin yang disebabkan oleh tertariknya massa udara akibat bibit siklon tropis 91S dan Ex TC (Siklon Tropis) Megan sehingga menghambat pertumbuhan awan hujan di wilayah Jabodetabek.
Apakah hujan di Jakarta yang turun deras beberapa hari belakangan bisa 'mencuci' langit jadi biru?
"Dalam beberapa penelitian, hujan diklaim dapat membersihkan polusi udara. Hujan adalah fenomena alam di mana tetesan air jatuh dari langit ke permukaan bumi karena kondensasi. Secara umum, hujan sering dianggap memiliki kemampuan untuk membersihkan asap dan mengurangi polusi udara. Beberapa studi juga telah menunjukkan bahwa hujan dapat meningkatkan kualitas udara," jawab Irsal.
Secara teknis, tetesan hujan dapat menarik ratusan partikel PM2.5 ke permukaan saat bergerak melalui atmosfer sebelum jatuh ke tanah. Proses penarikan antara tetesan air dan aerosol ini disebut koagulasi.
Berdasarkan penelitian yang ada maka dapat disimpulkan bahwa tetesan hujan dapat menghilangkan polutan udara, seperti gas berbahaya dan partikulat.
sumber: detikEdu
Puasa 9 dan 10 Muharram 2026: Jadwal, Keutamaan, dan Amalan di Bulan Haram
Diposting pada 18 June 2026
#SelamanyaJagaPalestina: Zakatmu Hadirkan Makanan Hangat bagi 4.000 Warga Gaza Utara
Diposting pada 12 June 2026
Tahun Baru Islam 2026: Waktu Terbaik Memulai Hijrah dan Membiasakan Sedekah Subuh
Diposting pada 11 June 2026
Sambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, ASAR Humanity & Ratusan Relawan Bersihkan Pantai dan Tanam 800 Mangrove di Padang
Diposting pada 09 June 2026